Barang yang Harus Dibawa Saat Bepergian


Bagi yang sudah baca tulisan saya "7 Fakta tentang Pemilik Blog Ini" di sini, pasti sudah terbayang apa yang akan saya tulis dari judul tersebut (meskipun ada yang berbeda). Sahabat-sahabat dekat saya mengatakan bahwa saya tipe orang yang suka bawa banyak barang alias ribet. Ya, saya akui itu hehehe. Kondisi tiap orang beda-beda, kan. Saya pikir, daripada nanti lebih ribet kalau saya butuh barang yang tak saya bawa (terus susah mau minjem ke orang), ya lebih baik jaga-jaga atau dalam istilah lain, lebih baik sedia payung sebelum hujan

Lalu, apa aja sih barang yang harus dibawa saat bepergian? Cek berikut ini yuk, tapi versi saya ya! 

1. Handphone dan seperangkatnya
Handphone sudah tentu menjadi alat utama yang diperlukan kebanyakan orang saat ini. Kalau pergi sendirian, jangan lupa bawa headset karena selalu ada waktu-waktu tertentu barang tersebut dibutuhkan. Jangan lupa juga bawa powerbank atau charger, ya. Pastiin juga kuota internet terisi, kecuali kalau kamu niatnya mau ke kedai kopi untuk numpang wifi #eh.

2. Handsanitizer
Oke. Ini barang selanjutnya yang wajib dibawa, terutama saat pandemi seperti ini. Apalagi, handsanitizer ini banyak dikemas dalam botol kecil, bahkan ada pula yang bisa digantung di tas. Unyu banget. Jadi, tak perlu beralasan malas untuk dibawa, ya.

3. Kosmetik dan sebangsanya
Bisa kosmetik, bisa skincare, ya menyesuaikan kebutuhan. Sebenarnya, ini bukan hanya diperuntukkan kepada perempuan, melainkan juga kepada laki-laki. Laki-laki juga kan sebenarnya butuh sunscreen, butuh handbody, butuh parfum, dan lain-lain. Hanya saja karena mungkin laki-laki terbilang praktis ya, jadi yaa sesuaikan dengan kebutuhan aja deh. Kalau saya sendiri, barang yang saya bawa dari kelompok ini minimal ada cermin, sunscreen, bedak, lipstik. Simpel banget. Namun, beda cerita ya kalau pergi ke kondangan terus lokasinya jauh hehe. Oh iya, tisu juga saya masukkan ke sini, ya. Bisa tisu kering, bisa juga tisu basah, menyesuaikan saja. 

4. Dompet
Meskipun ada saku di celana/rok/tas, dompet rasanya tetap harus dibawa karena di dalamnya berisi kartu atm, KTP, kartu member belanja hehe, dan lain-lain. Jangan lupa, isiin uang, ya.

5. Payung/jas hujan
Jas hujan penting banget untuk para pengendara motor, tapi biasanya disimpan di bagasi motor, ya. Meski sudah bawa jas hujan, bagi saya sih, payung tetap diperlukan. Kita kan tak pernah tau kalau-kalau ada sesuatu hal yang mengharuskan kita jalan kaki meski sebentar? Kalau hujannya deras gimana? Kecuali kalau jalan kakinya sambil pakai jas hujan, tak mengapa juga. Asal ngga sampai jareged aja. 

6. Botol minum dan isinya
Untuk menghindari dehidrasi sepanjang bepergian, usahakan bawa minum. Bawa atau beli, terserah. Cuma lebih irit bawa dari rumah, sih. Hal yang harus diperhatikan sebenarnya, bawa air putih, eh bening. Eh apa ya yang benar. Kalau mau beli yang berwarna dan berasa juga tak apa, asal tetap diimbangi dengan minum air putih, ya! Peupeujeuh.

7. Al-Qur'an
Loh, udah nomor tujuh aja. Yaps. Biasakan membawa Al-Qur'an, yuk. Bisa dibaca di sela-sela menunggu atau waktu kosong. Kalau tak membaca ayatnya, kita bisa juga baca artinya, sambil belajar dan lebih tau banyak tentang isi Al-Qur'an versi terjemahan. Sebenarnya, bisa saja menggunakan hp. Namun, hp lebih sering membuat diri buyar karena notifikasi atau aplikasi yang memanggil-manggil tiada henti. Biasakan saja dulu bawa mushaf Al-Qur'annya, lama-lama juga ketagihan.

8. Buku bacaan
Kalau lagi gabut di perjalanan (nunggu, di jalan, dan lain-lain), biasanya scroll linimasa media sosial, ya? Sebenarnya, lebih berisi dan berfaedah dengan membaca buku bacaan yang dibawa. Namun, kalau dirasa terlalu ribet, yowes baca di ipusnas, iJakarta, atau semacamnya.

9. Kebutuhan pribadi
Kalau ini sifatnya kondisional. Misal, kalau sedang haid, alangkah baiknya jaga-jaga bawa pembalut (beserta kantong plastik warna hitam dan sabun cair, bagi saya ini ga ribet sih). Atau, karena saya orang yang seringnya pakai kaus kaki, saya biasanya bawa kaus kaki cadangan (terutama kalau musim hujan) beserta kantong plastik. Gak mau dong masuk angin gara-gara kaus kaki basah. Selain itu, bisa bawa obat-obatan pribadi, mungkin. Apalagi kalau melakukan perjalanan jauh banget terus berkelak-kelok, nah si tolak angin, antimo, koyo, dan minyak kayu putih, bisa masuk daftar isi tas. 

Sepertinya sih masih ada beberapa barang yang terlewat saya sebutkan. Namun, segini juga cukup. Kalau ada yang ribet, ngapain pake yang simpel hehehe. Bercanda. Serius juga sih. Intinya satu, sebenarnya. Ribet itu relatif, terutama dalam hal pribadi semacam ini. 

Eh eh ya tetap juga pengondisian bagi saya selalu dipakai. Misal, ya masa bawa buku bacaan ke pasar? Padahal, saya ke pasar hanya beli bahan-bahan masakan. Tak ada waktu menunggu, apalagi gabut. Begitu, ya. (Sejujurnya, saat menulis daftar barang yang saya sebutkan barusan, saya ingatnya sedang pergi Jatinangor-Bandung 😅)

Kalau kamu, bawa apa aja biasanya? Hati-hati, jangan sampai ada yang tertinggal ya, apa pun barang yang akan kamu bawa. ☺️

Related Posts

Post a Comment

2 Comments

  1. Tapi sebenarnya lebih seru kalo baca buku langsung. Biasanya kalo tas bawaan saya masih longgar sempet aja sih ngelipin buku. Tapi ternyata saya bukan tipe orang yg bisa membaca di keramaian. Suka ngga fokus. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohaha iya ya saya lupa ada tipe yang gak fokus baca buku di tempat ramai. Ga apapaa Mbak, bisa disesuaikan hihi. Baca buku langsung emang efektif banget sihh

      Delete